oleh

Pembalak Hutan Lindung Masih Melenggang Bebas, Aparat Diminta Tegas

REPORTIKA.COM || Kab. Lima Puluh, Sumatra Barat – Terkait pemberitaan sebelumnya, penangkapan Pembabatan Hutan Lindung(HL) yang berskala besar di kenagarian gurun Kecamatan Harau kemarin di Duga ada keterlibatan Oknum Calon Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota di belakang layar.

Di Sisi lain, inisial Yahdi dan Hariyadi adalah dua orang oknum yang diduga sebagai aktor tentang pembabatan hutan lindung.

Tidak terima, salah satu dari dua orang aktor tersebut inisial Yahdi membantah ketika di konfirmasi oleh wartawan, dirinya mengaku hutan yang dibabatnya merupakan hutan milik nenek moyangnya.

“Saya tidak ada membabat hutan lindung, saya hanya mengolah hutan ulayat nenek moyang saya”. ucapnya yahdi vvia telpon, saat di hubungi awak media

Di tambahkan lagi, Yahdi mengatakan kenapa baru saat ini dipermasalahkan, padahal menurutnya, sebelumnya ada pembalakan yang melibatkan anggota DPRD, dan WNA (Warga Negara Asing) Asal Australia.

“kenapa baru sekarang di permasalahkan, Padahal sebelum saya sudah ada orang yang berkebun, ada dari anggota DPRD dan masyarakat, bahkan orang Autralia pun ada yang berkebun diatas areal lahan saya tersebut” Terangnya

Lokasi Pembalakan, Dari Google Maps

“Tentang lahan tersebut saya jual pada pihak investor Rp 200 juta tidak benar, Yang ada hanya kerjasama dengan orang kampung kita yang berada di luar negeri (di Qatar) dengan bajet Rp 200 juta/hektar bagi hasil”. Ucap Yahdi Kembali.

Sementara itu Kepala KPLH Ir Afniwirman ketika dikonfirmasi menyebutkan ada satu orang yang di amankan, namun saat ini statusnya Wajib Lapor, dan dua orang lainnya dikenakan wajib lapor.

“Adanya keterkaitan salah satu calon wakil Bupati Limapuluh Kota bahwa kedua oknum adalah saudara dari RKN di tambahkan lagi salah seorang yang di amankan di TKP, setelah di BAP di Kapolres Limapuluh kota saat ini statusnya wajib Lapor, Sedangkan Yahdi dan Hariyadi masa penangguhan penahanan”. tuturnya kepada awak media.

Dari dua nama yang disampaikan oleh KPLH, Berikut ini kutipan whatshapp Ir Afniwirman  selaku Kepala KPLH

Nama Hariyadi/adi Alamat : Gurun
Pekerjaan : swasta
Posisi dlm usaha : pengelola utama Adik dari RKN,
Nama Yahdi,Alamat : Gurun
Pekerjaan : swasta Pengelola Kawasan wisata terpadu.

Secara Terpisah, Saat dihubungi Via Telpon Yahdi, membantah kepada Wartawan menyebutkan “Yahdi adalah Kakak dari RKN sedangkan Hariyadi adalah adik dari RKN” tungkasnya kepada media.

Berikut ini juga kutipan pesan whatsapp tanggal 8/9/20 oleh junaidi anggota KPLH

“sebelumnya Di TKP kami menangkap salah seorang sebagai tukang sinsow. Setelah kami introgasi dia hanya sebagai orang suruhan dari (Oknum) yang masih di rahasiakan”

Adapun Polres Lima Puluh Kota, Saat melakukan penggerebekan ke lokasi pemebalakan hutan, membenarkan adanya pembalakan hutan di tempat tersebut, mendapati beberapa yang sedang bekerja motong kayu di hutan tersebut.

“Kepala resort lima puluh kota mendapat laporan bahwa ada org membuka lahan secara besar2an didlm kawasan hutan lindung di nagari Gurun,setelah sampai dilokasi ternyata memang benar telah terjadi pembukaan lahan,Sesampai dilokasi tersebut ditemui seorang laki2 tertangkap tangan sedang melakukan penebangan kayu yg beridentitas N : IRWAN pgl Ir,U : 50 tahun,S : pitopang,P : tukang chinsaw,A : solok bio2,Terhadap tersangka dibawa ke Polres Lima Puluh Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut”ucap anggota KPLH junaidi kepada media.

Salah seorang dari masyarakat yang merasa sebagai pemilik lahan yang identitasnya minta tidak mau disebutkan, namun menurutnya dirinya memiliki informasi yang akurat memaparkan, jika pembelian lahan perhektar senilai 80 juta di tempat tersebut, diketahui oleh warga, dan masyarakat ada yang menyaksikan bahkan ikut menandatangani di atas materai 6000

“Pembelian satu hektar Lahan Rp 80 juta Pemilik lokasi berada di Tiga Kenagarian dan Sampai saat ini masih banyak yang belum di bayar RKN,Kalau RKN menyebutkan dirinya tidak mengakui keterlibatannya adalah pembodohan terhadap publik, Bukti-bukti sangat cukup dimasyarakat yang di tanda tangani di atas materai 6000 untuk dijadikan bukti”ucapnya kepada awak media.

RKN ketika di hubungi via Selulernya 08117091XXX mengatakan, dirinya tidak mau mengomentari hal tersebut.

“saya tidak mau komen Silakan hubungi yang bersangkutan” tuturnya kepada awak media. 

Ketua DPW LSM Garuda NI Sumbar minta aparat hukum menindak tegas terhadap para pelaku pembabatan hutan negara “hutan lindung” tanpa pandang bulu. Sesuai dengan UU yang berlaku di NKRI.

Supaya tidak ada interpensi dari siapapun.  

“Kami meminta, Pemerintah untuk tidak tinggal diam, dan harus bersikap tegas Terkait kasus ilegal logging, yang disinyalir telah merugikan negara dan merusak hutan, kami akan mendukung langkah pemerintah dalam menegakan kebenaran terhadap mafia hutan lindung, kami mendorong agar aparat Kepolisian segera menetapkan tersangka,para Oknum yang telah melakukan pembalakan liar di Hutan Milik Negara”. Paparnya kepada Reportika.

Rki/ Red

Komentar

News Feed