oleh

Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Diduga terlibat Jadi Mafia Tanah

REPORTIKA.COM || Kabupaten Bekasi, Jawa Barat – Adanya informasi warga Kampung Cibeber, Kampung Cibuluh dan Kampung Cihanjuang Desa Bojong mangu Kecamatan Bojong mangu Kabupaten Bekasi, yang sampai saat ini belum di selesaikan pembayarannya oleh salah satu Developer atau pengembang, pada proses pembebasan lahan blok 9 di Desa Bojongmangu Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi yang di lakukan sekitar tahun 2018 lalu.

Sabtu 07/11/2020 Tim investigasi gabungan awak media coba menelusuri dan menelusuri terkait informasi yang beredar tersebut, dan menurut salah satu narasumber ( Oy) 30 th anak dari ( RT S) yang tinggal di Kampung Cibeber, kepada awak media mengatakan

“Bapak masih di sawah belum pulang pak, pulang nya malam, kalau masalah bapak saya, jika tanah ya betul sekitar tahun 2018 hampir 3 tahun dan sampai sekarang belum di bayar lunas, hanya panjer saja itupun sampe 3 kali pembayaran, bapak saya jual tanah 100.000/ meter sekitar kalo gak salah baru masuk 70 jutaan, sampai sekarang sudah hampir tiga tahun tidak ada pelunasan hanya di janjikan saja minggu depan, Minggu depan selalu begitu dan di lempar – lempar kalo di tagih kita kan bingung sebagai masyarakat, dan berkasnya pun di bawa semua oleh mediator RT S”, ucap narasumber.

“Bapak saya jual tanah melalui RT S tim mediator dan pernah juga Erik dan bapak Dewan EJ juga pernah datang sekali ke sini untuk menerangkan ke bapak dan ketika itu bapak EJ belum jadi Dewan”, ungkap narasumber ke awak media.

Awak media pun terus menelusuri narasumber, Dahlan yang tinggal di Kampung Cibeber juga mengatakan hal yang sama sampai saat ini belum ada pelunasan dirinya menjual lahannya sekitar 2500 meter persegi permeter 100 ribu, baru di bayar 150 juta, dan Erik dari tim mediator yang membebaskan yang membayar, sedangkan buku tanahnya sudah di ambil kwitansi pun tidak diberikan percaya aja yang ngurus juga masih sodara, barusan bapak Koko juga dari sini pak Dia pulang bapak datang.

Rw Agus selaku penjual tanah dengan keluarganya atas nama ( Koni Kodoy) juga mengatakan sampai saat ini belum ada pembayaran pelunasan kami juga menunggu dan saya juga tidak mengejar dan sudah berulang kali menanyakan ke pak erik,namun tidak ada kejelasan.

Awak media pun berhasil menemui dan konfirmasi ke EJ yang merupakan salah satu oknum anggota legislatif yang diduga terlibat percaloan tanah tersebut.

“memang saya masih punya hutang ke masyarakat terkait pembebasan tanah sebenarnya sudah di bayar semua tetapi di salahgunakan oleh anak buah saya dan itu jadi tanggung jawab saya, dan saya akan selesaikan sekitar bulan Januari”, ucap EJ, Senin 09/11/2020.

Sampai berita ini diterbitkan, Tim investigasi awak media gabungan masih terus menggali informasi.

Red

Komentar

News Feed