oleh

Rencana Jalur Dua Poros Matakali – Wonomulyo Resmi Dibatalkan

REPORTIKA.COM || Polewali Mandar, Sulawesi Barat – Rencana pembangunan jalur dua poros Matakali – Wonomulyo kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar yang merupakan janji politik Bupati Polman, H. Andi Ibrahim Masdar dibatalkan dan dialihkan untuk pelebaran jalan, mulai dari Paku desa Paku kecamatan Binuang atau perbatasan kabupaten Polman dengan kabupaten Pinrang provinsi Sulsel, hingga perbatasan kabupaten Polman dengan kabupaten Majene provinsi Sulbar.

Saat dikonfirmasi wartawan Reportika.com, H. Andi Ibrahim Masdar membenarkan kalau rencana pembangunan pelebaran jalan poros Matakali dengan Wonomulyo untuk jalur dua dibatalkan dan kegiatan fisik pembangunan jalur dua itu digeser untuk pembangunan pelebaran jalan mulai, perbatasan kabupaten Pinrang provinsi Sulsel tepatnya Paku kecamatan Binuang hingga Katitting kecamatan Tinambung dengan berbatasan kabupaten Majene, Sulbar, papar dia.

“awalnya rencana program pembangunan poros Matakali – Wonomulyo akan dijadikan jalur dua untuk menekan tingkat kemacetan arus lalulintas, akibat meningkatnya volume kendaraan setiap saat, baik angkutan umum khususnya bus dan truk maupun pribadi termasuk Randis, apalagi poros itu merupakan jalan Trans Sulawesi,” katanya.

“Tetapi berdasarkan petunjuk pemerintah pusat melalui Gubernur Sulbar, bahwa pembangunan jalan poros dikenakan pembangunan pelebaran jalan, mulai dari Paku kecamatan Binuang ( perbatasan kabupaten Pinrang provinsi Sulsel) hingga Katitting kecamatan Tinambung,( batas kabupaten Polman – Majene) sehingga kedepan, lanjut Ibrahim Masdar, setelah pembangunan pelebaran jalan dan jika memungkinkan, akan dijadikan jalur dua, dan anggaran pembebasan lahan milik masyarakat yang bakal terkena proyek pelebaran jalan pemkab sudah siapkan, bahkan sudah dilakukan tahap pertama,” imbuhnya.

Terkait pembangunan Bandara yang direncanakan sejak kepemimpinan, H.Andi Ali Baal Masdar sebagai bupati Polman pada periode keduanya 2004-2009 (sekarang Gubernur Sulbar) hingga dirinya tapi belum terwujud. Menurut Ibrahim Masdar, rencana pembangunan Bandara awalnya di Tete desa Paku kecamatan Binuang tetapi kondisi alamnya kurang mendukung sehingga rencana digeser ke Bulubawang kecamatan Matakali dan sekarang masih dalam kajian di kementerian Perhubungan RI di Jakarta.

“Sementara anggaran untuk pembebasan lahan milik masyarakat,yang bakal terkena proyek, pemkab Polman telah menyiapkan, bahkan data warga yang lahannya masuk dalam kawasan pembangunan Bandara, pemkab sudah kantongi,” jelasnya.

Ditambahkannya, lokasi Bulubawang itu, lanjutnya sangat strategis, disamping kondisi alamnya mendukung dimana arus angin sedikit menantang karena pesawat langsung berhadapan angin saat pesawat tinggal landas sehingga memudahkan pesawat cepat naik ke udara sedangkan di Tete desa Paku itu,

“Pesawat harus mengambil haluan, bahkan pesawatnya bisa oleng dan dapat mengancam keselamatan penerbangan”, pungkasnya.

Andi Rasyid. M

Komentar

News Feed