oleh

LSM Pers Dan DPC LAKI Wajo Siap Dampingi Kepala Desa Adanya Oknum LSM Dan Wartawan Yang Meresahkan

Reportika.com || Wajo, Sulsel – Sejumlah kepala desa di kecamatan Pitumpanua kabupaten Wajo melakukan kordinasi dan minta pendampingan kepada Aliansi LSM dan Pers Wilayah I Irban Wajo meliputi Kecamatan Pitumpanua,Keera,Sajoanging,Jumat 22/1/2021,sore.

Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia Kabupaten Wajo (DPC LAKI kabupaten Wajo) yang juga koordinator Aliansi LSM dan Pers Wilayah I Irban Wajo Muh.Marsose,mempertanyakan kepada kepala desa yang datang berkoordinasi tentang adanya pemberitaan yang viral di media online terkait laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat sulsel (LSM PERAK Sulsel) tertera ada 93 kades di Wajo yang dilaporkan ke APH (Polres Wajo) termasuk 11 kades dari Pitumpanua.

“Hasil kordinasi tadi dengan kepala desa,dari 11 kades yang terlapor ada 5 disampel dimintai keterangannya tentang seputar laporan tersebut.Dari 5 kades tersebut mengaku tidak pernah bertemu dan dikonfirmasi langsung oleh LSM PERAK Sulsel dan merasa resah dan kaget adanya pemberitaan tersebut,”jelas Muh Marsose yang juga putra daerah Pitumpanua,22/1/2021.

Lanjut Marsose,hal itulah mengangetkan sejumlah kades yang terlapor,sehingga minta pendampingan terhadap Aliansi LSM dan Pers Wilayah I Irban Wajo dan DPC LAKI kabupaten Wajo.

Aliansi LSM dan Pers serta DPC LAKI Wajo siap mendampingi kades terlapor yang meminta pendampingan bila mana mau menyalurkan aspirasinya ke DPRD Wajo terkait keresahan sejumlah kades yang di lapor ke APH tampah adanya komfirmasi dilapangan oleh pelapor.

“Kalo perlu nanti kita dampingi aspirasikan ke DPRD Wajo untuk mempertemukan pengurus LSM PERAK Sulsel yang telah melaporkan 93 kades di kabupaten Wajo,”ucapnya.

Sementara sejumlah kades di Pitumpanua mengaku bahwa, selama 6 bulan terakhir ini resah karena banyaknya mengaku LSM dan wartawan dari luar kabupaten Wajo melintas di Pitumpanua yang beroperasi dengan segala modus.

“Kami tidak pernah ditemui dan di komfirmasi langsung bahkan menemukan pelapor dalam hal ini LSM Perak Sulsel turun kelapangan memantau,memonitoring bangunan yang ada di desa kami dan juga bangunan tahun berapa yang di laporkan,kok tiba-tiba ada pemberitaan viral yang meresahkan ,katanya mark up penggunaan dana desa dilaporkan ke Polres Wajo,”kata kades yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Diketahui ada 11 kepala desa dari kecamatan Pitumpanua terlapor ke APH (Polres Wajo) oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Pembela Rakyat Sulsel (LSM PERAK Sulsel) terkait dugaan mark up penggunaan Dana Desa (DD) yang viral pemberitaanya di media online,yakni Kades Maccolliloloe,Abbaderang,Bottotengga,Kaluku,Simpellu,Mattirowalie,Padangloang,Bulusiwa,Mattirowalie,Jauhpandang,Lompoloang.

( Fhat )

Komentar

News Feed