oleh

Baliho Bekasi 2X Tambah Baik Depan Kantor Kecamatan Sukawangi, Sarat Nuansa Politis

Reportika.com || Bekasi, Jawa Barat – Kecamatan Sukawangi memang tengah menjadi sorotan setelah taman yang ada di depan Kantor Kecamatan tersebut yang berornamen Dadu, yang menurut beberapaa kalangan dianggap seperti Simbol Perjudian.

Di gerbang Kecamatan Sukawangi juga kita disambut dengan sebuah baliho bertuliskan “Bekasi 2X Tambah Baik” dimana didalam logo tersebut bergambar Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dan sebelahnya bergambar Camat Sukawangi Parno Martono, juga didalam Ruangan Rapat lantai 2 Kantor Kecamatan tersebut tampak baliho yang cukup besar dengan tulisan yang sama.

Keberadaan baliho tersebut rupanya mendapat tanggapan dari salahsatu warga Sukawangi yakni Andani yang mempertanyakan maksud dari pihak Kecamatan yang pemasangan Baliho tersebut.

“Saya belum ngerti juga kalau maksudnya apa, entah slogan baru apa gimana”, Ucapnya.

“Keberadaan Slogan, Motto, ataupun Jargon sebuah daerah harus mewakili daerah tersebut, yang saya tau kalau di Kabupaten Bekasi itu Visi nya Bekasi Bersinar dengan 8 Program unggulan yang ada didalam Misi nya, entah kenapa sekarang malah jadi banyak slogan-slogan yang baru, apa karena sudah mendekati tahun politik”, Ujarnya.

Kepada Reportika Andani juga menyampaikan agar Camat Sukawangi mengimplementasikan semua slogan-slogan tersebut agar bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap agar slogan-slogan tersebut tidak hanya terpasang sebagai baliho saja, tapi juga dapat di implementasikan dengan penigkatan kualitas pelayanan, dan tidak hanya pandai membuat motto, slogan, dan Jargon tapi bukti nyata kinerja Kecamatan harus ikut juga ditingkatkan”, Pungkasnya.

Andani juga menambahkan jika sebaiknya Camat Sukawangi agar tidak ikut-ikutan dalam urusan Politik Kepala Daerah, mengingat Jabatan Camat adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Bukan Jabatan Politik.

“Saya harap, sebagai ASN Pak Camat jangan terlibat politik, dan fokus saja melakukan pekerjaan sebagai Camat di Sukawangi, dan saya sarankan Pak Camat membaca lagi aturan larangan ASN berpolitik yakni Undang-undang nomor 5 tahun 2014, tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil (PNS). Undang-undang nomor 10 tahun 2016. Selanjutnya ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2004 dan PP nomor 53 tahun 2010”, Pungkas Andani lagi.

Diketahui Ada 9 (sembilan) larangan bagi ASN dalam pilkada 2020 yakni:

  1. Dilarang mendeklarasikan sebagai calon kepada daerah;
  2. Dilarang memasang spanduk promosi kepada calon kepala daerah;
  3. Dilarang mendekati parpol terkait dengan rencana pengusulan dirinya atau orang lain sebagai bakal calon kepala daerah;
  4. Dilarang mengunggah, memberikan like, atau mengomentari dan sejenisnya serta menyebarluaskan gambar maupun pesan visi misi calon kepada daerah baik di media online atau media social;
  5. Dilarang menjadi pembicara pada kegiatan pertemuan parpol dan/atau calon kepala daerah;
  6. Dilarang poto bersama dengan bakal calon kepala daerah;
  7. Dilarang menghadiri deklarasi bakal calon kepala daerah, baik itu dengan tanpa menggunakan atribut parpol;
  8. Dilarang menempelkan sticker atau atribut lainnya calon kepala daerah di raumah dan/atau kendaraan dinas maupun pribadi; 
  9. Dilarang mengadakan dan/atau menghadiri pertemuan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon kepala daerah.

“Mengabaikan aturan, sudah pasti ada sanksi bagi ASN hingga paling berat yaitu pemecatan.” Jelasnya.

Sedangkan Sekartaris Kecamatan (Sekcam) Sukawangi saat ditanya terkait adanya baliho tersebut menyebut jika dirinya hanya mengetahui baliho tersebut adalah slogan yang sering di sebutkan oleh Bupati Bekasi, tapi terkait instruksi untuk Instrukasi pemasangan didepan Kantor Kecamatan dirinya enggan berkomentar.

“Setahu saya kalo slogan “Bekasi 2X Tambah Baik” itu memang sering disampaikan oleh pak Bupati, tapi kalo untuk instruksi pemasangan mungkin pak Camat yang lebih tahu”, Ujarnya Kepada Reportika.

De

Komentar

News Feed