oleh

Kasus Tipikor SPAM Jaringan Perpipaan Di Polman Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Reportika.com || Polewali, Sulbar – Kasus dugaan korupsi proyek Sistem Pengadaan Air Minum (SPAM) di desa Kelapa Dua kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2018, Kamis tanggal 20 Januari 2022 secara resmi pihak penyidik Polres Polewali Mandar melimpahkan kasus Tipikor tersebut ke Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Kejaksaan negeri Polewali.

Kasus Tipikor ditangani Polres Polewali Mandar, melibatkan dua orang tersangka, yakni inisial Ir. DY, mantan Kabid Cipta Karya selaku PPK Dinas PUPR, kini menjabat Kepala ULP Pemkab Polewali Mandar dan Direktur CV Zamzam, Ir.MN sebagai pelaksana kegiatan.

Tersangka Ir.DY dinilai merugikan keusngan negara sebesar Rp 427.557.903,3 dari total anggaran proyek SPAM lebih kurang Rp 1 miliar, berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dilapangan dari Tim Ahli Politeknik Negeri Ujungpandang, dan Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan ( BPKP) Perwakilan Sulawesi Barat.
Kedua tersangka( DY dan MN) didampingi Penasehat Hukumnya, Muh.Amin Sangga, SH, MH, dan kini keduanya dilakukan penahanan di Lapas kelas II B Polewali berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kejari Polewali ( Sprint) Nomor : 91/P.6.12/Ft.1/01/2022 dan Sprint Nomor: 92/P.6.12/ Ft.1/01/2022, tanggal 20 Januari 2022 selama 20 hari terhitung tanggal 20 Januari hingga tanggal 8 Februari 2022, kata Kasi Penerangan hukum Kejati Sulawesi Barat, Amiruddin, SH kepada awak media.

Menurut Amiruddin, SH, alasan penahanan sesuai ketentuan pasal 21 ayat (1) dan ayat (4), antara lain, dikhawatirkan tersangka melarikan diri mengulangi perbuatan tindak pidana, menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

Kedua tersangka( DY dan MN) telah melakukan Tipikor dalam kegiatan proyek SPAM, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, dinilai menyalahi spek dan tidak sesuai dengan kontrak sehingga menyebabkan pekerjaan itu tidak dapat dimanfaatkan masyarakat dan atas perbuatannya kedua tersangkah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 427.557.903,3 dengan ancaman hukuman penjara sesuai pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, kata Amiruddin, SH.

Sementata Kepala Kejaksaan Negeri Polewali, M. Ichwan melalui Kasi Pidsus Kejari Polewali, Andi Rieker, SH membenarkan, pihak kejari Polewali siang tadi, Kamis (20/01-2022 ) telah melakukan tahap II terhadap Dua tersangka kasus proyek SPAM jaringan perpipaan Tahun Anggaran 2018 dan pihaknya telah menyerahkan penanganannya ke JPU Kejari Polewali dan nantinya akan dilakukan sidang penuntutan di Pengadilan Tipikor Mamuju setelah berkas perkaranya dilimpahkan di Pengadilan Tipikor Mamuju, ungkap Andi Rieker, SH.

• ANDIRA

<

Komentar

News Feed