oleh

Oknum Bidan di Puskesmas Cabangbungin Bohongi Kapuskes dan Sengaja Langgar PPKM mikro

REPORTIKA.COM || Cabangbungin, Kabupaten Bekasi – Pemerintah resmi menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro mulai 9 sampai 22 Februari 2021. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari penerapan PPKM sebelumnya yang sudah berjalan dua jilid dan berakhir pada hari ini 8 Februari 2021.

Lewat Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021, penerapan PPKM Skala Mikro dijalankan dimana aturan tersebut juga memuat pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19.

Wilayah Kabupaten Bekasi dan sejumlah daerah di provinsi Jawa Barat ditetapkan sebagai prioritas dalam pelaksanaan PPKM mikro. salah satu penerapan tersebut adalah, kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang dapat menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan virus corona wajib ditiadakan.

Lain halnya di wilayah Kecamatan Cabangbungin, tepatnya di wilayah Desa Setiajaya, Oknum Bidan yang bertugas di Puskesmas Cabangbungin malah melanggar aturan PPKM mikro yang sedang diterapkan,

Usai mengikuti acara Pendaftaran Calon Kepala Desa (Cakades) Setiajaya. Oknum Bidan tersebut bersama pendukung salah satu calon kepala desa berkerumun tanpa jarak, malah terlihat ada yang tidak pakai masker. pada, senin, (15/02/2021).

Ditambah pada hari itu dirinya masih ada jam kerja di puskesmas, alih-alih ini malah memilih untuk beraktifitas diluar tanggungjawabnya sebagai tenaga kesehatan puskesmas cabangbungin.

Dalam kesempatan tersebut awak media mencoba mengkonfirmasi H. Teguh selaku Kepala Puskesmas Cabangbungin via aplikasi pesan singkat whatsapp, dirinya membenarkan bahwa dalam foto yang berkerumun tersebut ada salahsatu tenaga kesehatan puskesmas cabangbungin yang bernama Titin Komalasari atau yang biasa disapa Bidan Titin, menurut H. Teguh, pada hari senin, (15/02) bidan titin sempat meminta ijin kepada nya untuk mengantar anaknya yang sedang Pesantren, gak tahunya dia malah mengantar pendaftaran salah satu calon kepala desa, hal tersebut membuat H. Teguh merasa didustai dan dibohongi.

H. Teguh menambahkan, dirinya sering diskusi tentang pengalaman bidan titin pada saat momen pilkades terdahulu,

“Kadang-kadang titin sering cerita sama saya dulu, saya pernah kalah pak calon kepala desa, saya tanggapi No comen lah. titin sering saya nasehatin, udalah bu urusan calon mah gak usah dibahas kan sayang kalau tanah sawah habis hektaran mah, Mungkin terkait dia ikut menghadiri Pendaftar calon dan bohong sama saya masi ada rasa kesal sama lawan calon kades dia yang dulu kali bang,” tutupnya.

(Hasan At-Thuwailibi)

<

Komentar

News Feed