oleh

Kegiatan Galian Tanah Citarum Menuai Kontroversi

Reportika.com|| Kab Bekasi, Jawa Barat – Maraknya pekerjaan penggalian tanah bantaran kali Citarum yang mengatas namakan program Pemerintah menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

Armada pengangkut tanah bantaran sungai Citarum yang berlalu lalang dijalan raya Cabangbungin serta keluar masuknya kendaraan dilokasi bantaran Kp Terusan Desa Lenggahsari kecamatan Cabangbungin dianggap cukup meresahkan masyarakat dan pengguna jalan karena dianggap rentan menjadi penyebab kecelakaan jalan raya.

Armada pengangkut tanah yang berlalu-lalang di wil cabangbungin

Bukan hanya itu, kebisingan, tanah yang berceceran serta polusi udara yang ditimbulkan akibat pekerjaan tersebut diaggap mengganggu masyarakat dan sampai saat ini belum ada tindakan atau penanganan terkait kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

Menurut Samsul Rizal Ketua KNPI Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi, terkait program Citarum harum, dia sangat mengapresiasi namun terkait tekhnis dan mekanisme perkerjan dilapangan menurut Samsul Rizal  dianggap tidak sesuai dengan Standar Opradional Prosedur (SOP), pelaksana pekerjaan dilapangan lebih cenderung terlihat hanya mencari keuntungan dengan menggali kandungan yang ada bukan mengedepankan terkait perbaikan dan penataan.
“program Citarum adalah upaya masif pemerintah guna mengembalikan kondisi Citarum kembali seperti sediakala, kalau programnya si bagus saya sangat mengapresiasi” ujar Samsul Rizal

“Cuma terkait tekhnis dan mekanisme pekerjaan dilapangan, saya justru malah mempertanyakan, apakah seperti itu cara pekerjaannya? Selama pantauan saya berjalannya kegiatan tersebut hanya cenderung terlihat menjual kandungan (tanah bantaran kali Citarum) dan setelah tanah itu cukup di ambil, terus ditinggalkan begitu saja, salah satu contoh seperti yang terjadi di tanggul Kp telukambuku” cetusnya.

Dalam hal ini, Samsul Rizal berharap kepada pemerintah setempat khusunya muspika Cabangbungin untuk dapat mengambil Langkah tegas, serta dapat mengkaji terkait dampak lingkungan dan dampak-dampak lain yang mungkin bisa di timbulkan dari kegitan tersebut.

“Saya berharap kepada Muspika Cabangbungin dapat mengambil langkah cepat, agar tidak terjadi sesuatu dikemudian hari, karena kalau sesuatu sudah terjadi, yang merasakan adalah warga sekitar bukan orang lain. lebih baik mengantisipasi dari pada harus memperbaiki atau mengobati”

Disis lain, Erwin M ketua FKPMB Kabupaten Bekssi juga menegaskan, Pihak Pemerintah setempat juga harus menindak tegas secara aturan para pengusaha kowari yang selama ini tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan.

“Pihak Muspika harus menindak tegas pengusaha Kowari, dengan adanya mobilisasi kendaraan berat dumtruck pengangkutan tanah yang menggunakan lintas jalan, dampak nya sangat merugikan masyarakat sekitar karena menyebabkan kebisingan, polusi udara dan rawan akan kecelakaan jalan raya” teganya.
(S Rizal/red)

Komentar

News Feed